Sejarah Petra Yordania yang Tersembunyi Ribuan Tahun dan Baru Terkuak Sekarang

BeritaRaya.web.id -Petra Yordania adalah salah satu situs arkeologi paling menakjubkan di dunia. Kota batu berwarna merah muda ini menyimpan kisah peradaban kuno yang penuh misteri, kejayaan, hingga kejatuhan. Di balik tebing-tebing tinggi dan bangunan megah yang dipahat langsung dari batu, Petra menyimpan sejarah panjang yang membuatnya dijuluki sebagai The Rose-Red City dan menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Modern.


 Asal Usul Petra: Kota yang Hilang dalam Pasir Waktu

Petra pertama kali dihuni oleh bangsa Nabatea sekitar abad ke-4 SM. Kaum Nabatea adalah suku Arab nomaden yang kemudian berkembang menjadi kekuatan ekonomi besar berkat posisinya yang strategis di jalur perdagangan Timur–Barat.

Kota ini tidak dibangun dengan cara biasa. Para pemahat Nabatea menggali dan membentuk dinding batu pasir raksasa hingga menghasilkan bangunan megah seperti kuil, makam, teater, hingga rumah. Petra menjadi pusat perdagangan rempah, kemenyan, dan sutra, menjadikan Nabatea salah satu kerajaan terkaya pada masanya.

Kehebatan mereka terlihat dari inovasi sistem air yang sangat maju. Di tengah iklim gurun yang kering, Nabatea mampu membangun kanal, bendungan, dan reservoir yang membuat kota ini bertahan sebagai pusat peradaban.


 

Masa Kejayaan: Kota Makmur yang Mendunia

Saat mencapai puncak kejayaan pada abad ke-1 M, Petra menjadi ibukota Kekaisaran Nabatea. Pedagang dari Mesir, Roma, Yunani, hingga Arab datang silih berganti. Kemegahan Petra terlihat dari bangunan ikoniknya seperti:

  • Al-Khazneh (The Treasury): Bangunan paling terkenal dengan fasad megah yang dipahat dari batu merah muda.

  • Ad-Deir (The Monastery): Struktur raksasa yang membutuhkan perjalanan panjang untuk mencapainya.

  • Teater Petra: Mampu menampung hingga 8.000 penonton pada masanya.

Keunikan seni arsitektur Nabatea yang memadukan gaya Yunani, Romawi, dan Timur membuat Petra menjadi kota yang benar-benar berbeda dari peradaban lain.


 Penaklukan Romawi dan Awal Keruntuhan Petra

Pada tahun 106 M, Kekaisaran Roma menguasai wilayah Nabatea. Petra tetap menjadi kota penting, tetapi peranannya sebagai pusat perdagangan mulai meredup. Rute perdagangan maritim yang semakin dominan membuat jalur darat — termasuk Petra — kehilangan pamornya.

Bencana alam memperparah keadaan. Gempa besar tahun 363 M merusak sebagian besar infrastruktur kota, termasuk sistem air yang vital. Tanpa kemampuan pulih sepenuhnya, Petra perlahan ditinggalkan penghuninya.


 

Penemuan Kembali Petra: Kota yang Hilang

Selama berabad-abad, Petra tersembunyi dari dunia luar. Baru pada tahun 1812 seorang penjelajah Swiss, Johann Ludwig Burckhardt, berhasil menemukan kembali kota yang hilang ini. Menyamar sebagai seorang Muslim, ia menembus lembah berbatu Syiq dan menemukan kembali keindahan Petra yang terkubur dalam sejarah.

Penemuannya membuat dunia tercengang. Petra kemudian menjadi pusat penelitian arkeologi dan tujuan wisata dunia, dengan jutaan pengunjung setiap tahun.


 Petra sebagai Warisan Dunia

Pada tahun 1985, UNESCO menetapkan Petra sebagai Situs Warisan Dunia. Kini Petra bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga simbol kehebatan peradaban manusia. Keindahan, misteri, dan sejarah panjangnya menjadikan kota batu ini sebagai salah satu tempat yang wajib dikunjungi sekali seumur hidup.


Lebih baru Lebih lama