BeritaRaya.web.id -Taj Mahal selalu memikat siapa pun yang melihatnya. Namun, di balik keindahan bangunan megah ini, ada satu fakta yang jarang diketahui: warna Taj Mahal ternyata bisa berubah–seakan hidup dan bernapas. Fenomena inilah yang membuat banyak wisatawan terpesona dan penasaran.
1. Kilauan Marmer Putih yang ‘Hidup’
Taj Mahal dibangun menggunakan marmer putih berkualitas tinggi dari Makrana, India. Marmer ini memiliki kemampuan unik: memantulkan cahaya dengan cara yang berbeda-beda tergantung intensitas sinar matahari, sudut datang cahaya, cuaca, hingga waktu dalam sehari.
Pada pagi hari, marmer tersebut terlihat pucat dan lembut, memberi kesan suci dan tenang. Namun saat matahari siang memancarkan sinarnya, warna bangunan ini tampak lebih terang, nyaris berkilauan seperti mutiara. Inilah yang menjadi alasan utama mengapa banyak orang mengira Taj Mahal memiliki “warna yang berubah.”
2. Efek Cahaya Matahari yang Dramatis
Perubahan warna paling dramatis biasanya terlihat pada waktu matahari terbit dan terbenam. Pada saat fajar, Taj Mahal kerap memantulkan warna kekuningan keemasaan yang membuatnya tampak seperti istana dari negeri dongeng.
Menjelang senja, bangunan ini bisa berubah menjadi pink keoranyean, memberikan nuansa romantis yang seakan menyatu dengan kisah cinta Shah Jahan dan Mumtaz Mahal. Tidak heran jika momen ini menjadi favorit fotografer dan wisatawan mancanegara.
3. Pengaruh Cuaca Mendadak
Selain matahari, cuaca juga berperan penting dalam memengaruhi tampilan Taj Mahal. Ketika langit mendung atau hujan turun, marmer putihnya berubah menjadi abu-abu lembut, menciptakan suasana misterius dan khusyuk.
Bahkan setelah hujan deras, permukaan marmer yang basah memantulkan cahaya dengan cara berbeda sehingga terlihat lebih gelap namun berkilau. Perubahan kontras ini membuat banyak wisatawan terpukau karena seakan-akan sedang melihat bangunan yang benar-benar berbeda.
4. Polusi: Ancaman yang Mengubah Warna Asli Taj Mahal
Sayangnya, tidak semua perubahan warna Taj Mahal bersifat alami. Selama beberapa dekade terakhir, polusi udara dari kendaraan, industri, dan pembakaran sampah menyebabkan marmer putihnya mulai memudar dan menguning.
Pemerintah India bahkan sempat melakukan upaya pembersihan besar-besaran untuk mengembalikan warna putih alami marmer tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran global tentang bagaimana menjaga warisan dunia ini tetap lestari untuk generasi mendatang.
5. Refleksi Sungai Yamuna yang Memperindah Warna
Taj Mahal berdiri anggun di tepi Sungai Yamuna. Permukaan air sungai berfungsi seperti cermin raksasa yang memantulkan sinar matahari kembali ke bangunan. Refleksi ini menambah efek cahaya unik sehingga warna marmer tampak semakin dinamis.
Pada beberapa musim, tingkat air Sungai Yamuna meningkat sehingga pantulan warna menjadi lebih intens, membuat bangunan tampak dua kali lebih cerah.
6. Alasan Taj Mahal Terlihat Seperti Berubah Warna ‘Sendiri’
Kombinasi semua faktor—marmer yang reflektif, sinar matahari, cuaca, dan pantulan air—menciptakan ilusi optik yang membuat Taj Mahal seakan hidup. Perubahan warna ini bukan hanya fenomena visual, tetapi juga bagian dari magnet magis yang membuatnya diakui sebagai salah satu keajaiban dunia.
Bagi banyak wisatawan, perubahan warna Taj Mahal menjadi pengalaman spiritual: simbol bagaimana cinta sejati Shah Jahan untuk Mumtaz tetap bersinar dalam berbagai kondisi.
.jpg)
