Sejarah Stonehenge Inggris yang Dipenuhi Misteri Ribuan Tahun

BeritaRaya.web.id -Stonehenge adalah salah satu situs prasejarah paling terkenal di dunia, namun sejarah di balik bangunan batu raksasa ini masih menyimpan banyak teka-teki. Terletak di Wiltshire, Inggris, susunan batu melingkar ini telah memikat perhatian para sejarawan, arkeolog, hingga wisatawan dari berbagai belahan dunia. Artikel ini akan membahas sejarah Stonehenge secara lengkap, mulai dari proses pembangunannya hingga teori-teori misterius yang melingkupinya.


 

Asal-Usul Pembangunan Stonehenge

Keberadaan Stonehenge diperkirakan bermula sekitar 3000 SM–2000 SM, saat era Neolitikum hingga Zaman Perunggu. Kompleks ini dibangun melalui beberapa tahap pembangunan yang berlangsung selama lebih dari 1.500 tahun.
Tahap pertama dimulai dengan pembuatan parit besar berbentuk lingkaran yang menjadi dasar dari struktur utama. Kemudian pada tahap-tahap berikutnya, batu-batu raksasa—baik bluestone dari Wales maupun sarsen dari daerah sekitar—diangkut dan disusun dalam formasi melingkar yang rumit.
Bagaimana manusia prasejarah memindahkan batu seberat puluhan ton masih menjadi misteri besar. Banyak ahli meyakini bahwa mereka menggunakan kombinasi rol kayu, tali, dan tenaga manusia, namun teori ini belum pernah dipastikan sepenuhnya.



 Fungsi dan Kegunaan Stonehenge

Walaupun tujuan asli Stonehenge belum dapat dipastikan 100%, para peneliti memiliki beberapa teori tentang fungsi bangunan ini.
Salah satu teori paling populer menyebutkan bahwa Stonehenge digunakan sebagai kalender astronomi raksasa. Susunan batu-batunya tampak sejajar dengan pergerakan Matahari, terutama saat titik balik matahari musim panas (summer solstice).
Teori lain menyebutkan bahwa Stonehenge digunakan sebagai tempat ritual keagamaan atau pemujaan terhadap dewa-dewa era Neolitikum. Ada pula yang meyakini bahwa kawasan ini berfungsi sebagai pusat penyembuhan, karena ditemukan berbagai bukti bahwa orang-orang dari jauh datang ke daerah tersebut, mungkin untuk mencari pengobatan.


 Penemuan Arkeologis yang Mengejutkan

Selama berabad-abad, berbagai ekspedisi arkeologi telah menggali banyak petunjuk penting tentang kehidupan masyarakat kuno yang membangun Stonehenge.
Pada abad ke-20, para arkeolog menemukan sisa-sisa manusia yang dimakamkan di sekitar area tersebut, menandakan bahwa Stonehenge juga mungkin digunakan sebagai kompleks pemakaman.
Dengan menggunakan teknologi modern seperti pemindaian laser dan radar penembus tanah, para peneliti menemukan struktur tersembunyi di bawah tanah berupa lubang-lubang besar dan susunan kayu yang pernah berdiri sebelum batu-batu sarsen dipasang. Penemuan ini memperkuat teori bahwa Stonehenge adalah bagian dari lanskap sakral yang lebih luas dan kompleks.


 Stonehenge Sebagai Warisan Dunia

Pada tahun 1986, Stonehenge resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Kini, situs ini menjadi salah satu destinasi wisata paling ikonik di Inggris, dikunjungi jutaan turis setiap tahunnya.
Selain keindahan alam sekitarnya, sensasi berdiri di dekat batu raksasa berusia ribuan tahun memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjung. Banyak orang datang setiap tahun saat summer solstice untuk menyaksikan matahari terbit di antara susunan batu, sebuah momen yang dianggap sakral oleh sebagian kelompok spiritual.


Lebih baru Lebih lama